Untukmu, yang Sedang dalam Pelukan

Terimakasih.
Tidak tahu apa lagi yang bisa membuatku berdiri sekokoh ini jikalau bukan kamu.
Aku yang lemah, mudah terpepecah, sulit terarah, sekarang bahkan tak sedikit pun terasa lelah.
Karena kamu.
Mungkin aku datang, mungkin aku ada disini ada suatu tujuan. Tapi, kamu datang dan kamu ada disini adalah sebuah anugerah. Tak disadari, kamu telah mengubah hidupku, telah menyentilku dengan kebaikan sederhanamu.
Kamu luar biasa, kamu harus tahu itu. 

Ucapan terimakasih mungkin akan kurang atas semua yang telah kamu berikan. Kamu mengisiku, menemaniku, senantiasa ada ketika aku sedang lara. Kamu mengajariku apa itu arti ketulusan dan keikhlasan rasa yang selama ini sudah kukubur dalam-dalam karena hanya membuka luka lama. Kamu datang dengan caramu, mengobati lukaku, menyembuhkan piluku, dan melukis aku.

Sejenak aku merenungkan akan bagaimana kita nanti. Semua terasa hangat ketika aku melihatmu berada di hidupku yang akan datang. Melihat senyummu, membenarkan pakaianmu, dan melihatmu melambaikan tangan ketika hendak pergi. Bayanganku sudah terlalu jauh, namun aku menikmatinya.

Apapun itu, semua akan baik-baik saja.

Aku merasa, akan kujalani segala yang ada sekarang. Akan kuserahkan semua ujung kepada Yang Maha Pantas. Takkan kusia-siakan untuk senantiasa belajar bersamamu, bersama-sama menjadi yang lebih baik, dan mempersiapkan hidup agar lebih baik.

Untuk kamu, yang berada dalam pelukanku...
Aku ada karena kamu, aku kembali menjadi aku karena dirimu. Tak usah khawatir tentang apa yang akan terjadi dikehidupan nanti, serahkan saja dan berjuanglah. Aku akan selalu ada, semoga apa yang kita semogakan akan segera tersemogakan.

Untuk kamu, yang berada dalam pelukanku...
Tetaplah begitu, aku melihatmu, aku mendengarmu, dan aku... merasakanmu.


Selamat ulang tahun, kamuku.


Kita bukanlah candu, yang menipu, pula kelabu, apalagi palsu
Kita adalah syahdu, yang membiru
Semoga, kita... adalah satu
Sincerely,

Faradesyta

Comments