Apa kabar, nostalgia?

Sudah semenjak itu, tak pernah lagi kulihat wajahmu. Bagaimana hidupmu sekarang? Apa kuliahmu lancar? Semoga saja.

Tak ada lagi kabar, semenjak itu. Tak ada lagi cerita, tak ada lagi canda. Sibukkah kamu wahai nostalgia?


Belum lama, aku singgah kerumah keluargamu. Sekedar bersilaturahmi, melepas rindu. Keadaan mereka baik saja, aku turut bahagia. Bertemu mereka, seakan membuatku sadar. Ya, kita keluarga, teman yang sudah seperti keluarga.

Aku duduk disana, dirumah yang 6 tahun ini kau tinggali. Sekarang, dikamar itu, kamar disudut ruang itu, tak ada lagi kamu, tak ada lagi barang-barangmu.

Aku duduk disana. Diruang tamu itu. Tempat aku biasa menunggumu, dulu. Duduk bersimpuh didepan televisi mungil ditengah ruangan. Aku, dikelilingi keluargamu, yang sedang menceritakan masa kecilmu. Tapi tak ada kamu disana. Hanya aku, keluargamu, dan cerita tentangmu.

Katanya, semasa kecil kamu nakal, ya? Setiap bertemu dengan kakakmu, pasti bertengkar. Kalau bertemu pakdemu, kamu minta jalan-jalan. Kamu tak bisa diam. Pantas saja, unyeng-unyeng mu dua kan ya?

Aku mendengarkan cerita mereka, dengan semangat mereka membaginya padaku. Aku tersenyum mengingatmu, betapa lucunya kamu waktu dulu.

Tapi aku merasa, disana ada kamu, bersamaku bersama keluargamu. Ikut mendengarkan cerita tentangmu. Halusinasi atau perasaanku saja?

Apa kabarnya kamu? Hanya doa yang bisa kulakukan untukmu. Aku sudah bertemu keluargamu. Membuatku sadar dan ikhlas bahwa kita memang sudah menjadi teman, saudara seiman, keluarga. Jangan lupa lanjutkan hidupmu dengan senyuman. Jangan lupa sholat, jangan terlena. Kejar mimpimu dan jadilah lebih dewasa. Jadilah orang yang dipercaya, aku tahu kamu sudah paham mana yang benar dan mana yang salah. Sayangi ayah, ibu, dan adikmu. Kunjungi keluargamu yang menemanimu bersekolah selama 6 tahun ini. Dan, semoga sukses. 😊


Semoga kita dipertemukan kembali dengan keadaan yang pantas


Masa lalumu,


Faradesyta

Comments